Oleh: gusti | September 18, 2008

Bidadariku

Bidadariku

Pada perjalanan berliku yang menyimpan namamu
Kusematkan mawar merah dalam kemasan rindu yang tak berujung
Sedangkan angin cinta membawa kita ke tepi yang hijau
Mari hidup bersama, dinda…. kesahku suatu ketika
Saat itu cinta tak terlalu menyentuh, hanya membelai beberapa helai rambut kita kemudian berlalu.
berlalu bersama kebekuanmu……

Perahu hidupku mulai kulaju kembali
sekarat dengan lubang baru menganga dalam dadaku
Namun cinta masih mengekor, menjadi obat terperih yang diderita
Hingga suatu ketika dirimu berujar : Aku telah siap dipetik…
Sejenak Aku menganga, mengunci semua harap dan doa..
Ya Allah… pintaku terkabul sudah….

(Bumi Allah…. April 2008)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: